Website

Tebejowo Jowotebe

Teknik Memancing di Laut

Selain sebagai sumber mata pencarian bagi nelayan dapat juga digunakan sebagai kegiatan wisata atau hiburan bagi para penikmat mincing tentunya. Beberapa tahun terakhir ini memancing di laut sebagai sarana wisata bahari terus digalakkan. Kegiatan ini ditujukan untuk menunjang pariwisata bahari di Indonesia. Dengan diadakannya lomba memancing di laut, diharapkan wisatawan dari mancanegara tertarik untuk berkunjung ke Indonesia. Mereka, disamping menikmati keindahan pantai dan dasar laut negeri ini, dapat juga menyalurkan hobi memancingnya.
        

    Terdapat beberapa sarana dalam memancing di laut tergantung dari lokasi pemancingannya. Dermaga, merupakan tempat favorit, selain pantai. Sedangkan untuk memancing di perairan yang jauh dengan pantai, sarana kapal mutlak diperlukan. Tanpa adanya kapal mustahil kita dapat melakukan pemancingan di laut lepas yang mempunyai kedalaman puluhan bahkan ratusan meter. Untuk perairan pulau Jawa bagian utara kedalamannya bervariasi  dengan maksimal 50 meter.
Kapal multlak diperlukan untuk memancing di laut lepas baik yang menggunakan bahan kayu atau fiberglass dan beberapa diantaranya dilengkapi dengan alat penentuan posisi laut yang dikenal dengan sebutan GPS (Global positioning system).

Alat Pancing, semua jenis alat pancing dapat digunakan untuk memancing di laut, biak joran biasa, tegeg, golong, spining, maupun bait casting. Untuk memacing di laut dalam bisa di gunakan golong, spining, atau bait casting.

Tempat menyimpan ikan (Coolbox), agar ikan hasil pancingan tidak mudah membusuk maka perlu disediakan tempat penyimpanan khusus. Es batu mudah ditemukan pelabuhan mauppun menggunakan es yang dibawa dari rumah.
Umpan, berfungsi untuk memikat ikan agar terkait pada mata pancing. Terkaitnya ikan terhadap umpan disebabkan oleh rangsanganberupa bau, rasa, bentuk, gerakan dan warna. Umpan yang digunakan untuk memancingikan di laut berbeda dengan umpan yang digunakan untuk memancing ikan di air tawar.
  a. Umpan palsu/tiruan, dikenal dengan sebutan lure, dapat terbuat dari plastik atau bulu binatang. Untuk mengelabuhi ikan, ada berbagai macam bentuk umpan tiruan, antara lain berbentuk ikan kecil dan cumi-cumi. Umpan tiruan ini umumnya berwarna menarik sehingga mudah dilihat ikan karena daya penglihatannya di dalam air cukup tajam.
     b. Umpan hidup, bebrrapa ikan yang menjadi target pemancing musiman, memerlukan jenis umpan hidup, diantaranya tenggiri. Ikan umpan ini dapat dibeli pada nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap sero atau bagan, maupun di bagan terapung ditengah laut.
Cara pemasangannya, mata pancing dikaitkan pada punggung ikan yang masih hidup. Ikan yang masih mampu bergerak ini kemudian dilepas ke laut. Ikan umpan akan berenang ke sana ke mari sehingga mampu menarik perhatian ikan-ikan besar untuk memakannya. Cara pemancingan dengan menggunakan umpan hidup sering digunakan pada pemancingan dengan cara “ngoncer”.
       c.  Umpan mati, pemakaian umpan sungguhan yang telah mati dapat berupa ikan, cumi-cumi, udang atau cacing laut. Umpan tersebut dapat digunakan dalam bentuk utuh ataupun dipotong-potong. Hal ini tergantung pada ukuran pancing yang digunakan dan jenis ikan yang menjadi sasaran. Untuk memancing ikan kecil di dekat pantai, digunakan umpan yang telah dipotong dalam ukuran kecil, sedangkan untuk memancing ikan besar di tengah laut, bisa digunakan umpan dalam bentuk utuh.

Tebejowo Jowotebe

About Tebejowo Jowotebe -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :